Back

Dosen Farmasi UNTAN mengajar di Université de Poitiers Prancis melalui program beasiswa Erasmus+ KA171 Mobility Teacher

Poitiers, 29 November 2024

Dr. Apt. Hariyanto IH memberikan materi pada seminar tahunan “Journée de Microbiologie et d’Immunologie Poitevine (JMIP)” di Pôle Biologie Santé B36, Université de Poitiers, 28 November 2024.

Dosen dari Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (UNTAN), Dr. apt. Hariyanto IH, M.Si, berhasil mendapatkan beasiswa dari Erasmus+ KA171 skema mobility teaching. Program mengajar di luar negeri ini dilakukan selama 14 hari di Université de Poitiers, Prancis. Program ini melibatkan Université de Poitiers bekerja sama dengan 6 Universitas di Indonesia, yaitu UNTAN, UGM, UNSWAGATI Cirebon, UPN “Veteran” Jakarta, UPN “Veteran” Yogyakarta, dan UNY. Hariyanto IH menjadi salah satu Dosen Universitas Tanjungpura dari 6 Universitas mitra yang mendapatkan pendanaan mobility teaching di Tahun 2024 ini.

Mobility teaching merupakan program mengajar di luar negeri yang dilakukan oleh dosen yang berasal dari Indonesia berdasarkan bidang keilmuannya. Kegiatan dilakukan dari tanggal 18 hingga 29 November 2024 dengan total 16 jam mengajar. Selama di Université de Poitiers, Hariyanto IH memberikan materi terkait perkembangan resistensi bakteri di Indonesia serta hasil penelitiannya tentang resistensi antimikroba di beberapa kelas pada mahasiswa Master (S2) dan Doktor (S3). Dalam salah satu kesempatan, beliau juga diminta menjadi salah satu pembicara pada kegiatan Journée de Microbiologie et d’Immunologie Poitevine (JMIP) yang diselenggarakan pada tanggal 28 November 2024. “Saya diminta menyampaikan topik terkait perkembangan dan strategi penanganan multi-drug resistant (MDR) di Indonesia” ungkap beliau. JMIP sendiri merupakan seminar tahunan yang diselenggarakan oleh asosiasi mikrobiologi dan imunologi wilayah Poitou-Charentes, Prancis.

Sebagai tindak lanjut dari program ini, Hariyanto IH mengajak INSERM U-1070, salah satu unit riset di Université de Poitiers yang bergerak di bidang resistensi antibiotik, untuk melakukan kolaborasi riset terkait antimikroba bersama peneliti di FK UNTAN. INSERM U-1070 juga mengundang dosen dan mahasiswa UNTAN yang berminat melakukan studi master dan riset doktoral terkait bidang resistensi antimikroba di unit riset mereka. Tindak lanjut tersebut akan diinisiasi dengan mengadakan seminar dan workshop yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan oleh Jurusan Farmasi FK UNTAN pada bulan februari dengan mendatangkan salah satu pembicara dari INSERM U-1070, Dr. Frederick TEWES, yang merupakan ahli Formulasi Nanopartikel Antibiotik.